Hanya Belenggu!

“Sebelum dunia pun tahu

Aku sudah tahu terlbih dulu

Bagaimana tidak

Ketika romansa mulai merenda

Dan aku hanya terhanyut dalam nada

Bersama ribuan atmosfer kisah klise netra”

(Pahatan kecil di ambang pintu)

“Paham ngga sih lu itu!!!” pekik Isni

“What? Kok lu salahin gue ha!?” tanya Roselia.

Ribuan bahasa kasar pun terlontar dari mulut merekaberdua, derita pun merambat menelusuri setiap lengkuk tubuh mereka.

***

Dingin, dunia ini penuh dengan angin malam, seribubahasa tanpa terucap pun ikut tertiup bersama angin malam yang menusuk. hening malam bertemankan banyak suara serangga yang berceloteh, hanya ada segelintir bintang yang menemani Roselia.

“Isni? kamu di mana?” batin Roselia.

Isni adalah sosok imaji dari bentukan panel-panel metafora sebuah kehampaan, muncul ketika Roselia benar-benar seorang diri tanpa ada yang menemani.

“Isni! tolong temenin gue.” Bahasa Roselia suka berubah-ubah tergantung mood, kadang dengan sopan menyebutkan aku dan kamu, kadang spontan seperti ego lain hinggap berucap lu gue.

Tak ada balasan, yang ada hanyalah hening, partikel alam bawah sadar Roselia sering kali terganggu, untuk itu Isni kadang tak muncul ketika perasaan Roselia belum terhitung melampaui batas wajar.

“Sombong sekali kamu! biadab!” pekik Roselia, di tengah heningnya malam, menggelegar hingga kemana-mana.

Rumah Roselia memang terbilang jauh dari penduduk setempat, pun tak jarang seluruh penduduk melempari celotehan kasar seperti ‘Aneh!’ atau ‘manusia misterius!’ kerap kali Roselia hanya menganggapnya angin lalu, namun ketika lubang hitam mulai membabat habis hati nuraninya, Roselia mulai benar-benar berubah 180 derajat.

***

“Ada apa kawanku?” suara Isni tiba-tiba muncul, menampakkan diri di balik tubuh Roselia.

“Lu kemana aja sih! gue nyariin lu tau ngga!” bentak Roselia, kesal.

“Aku hanyalah metafora dari pikiranmu, ketika kamu benar-benar tertekan, barulah aku dapat muncul menampakkan diri tepat di hadapanmu kawan, kau hanya perduli dengan dirimu sendiri, dan tak perduli dengan dunia sekitar, alam pun bahkan menjerit jengah karena kehadiranmu,” Isni berucap seenaknya, memang sudah hal wajar.

“Aku tersingkir?” lirih Roselia berucap, parasnya seketika memucat bak mayat hidup.

“Tentu saja tidak.”

“Lalu apa maksud dari semua ini?” tanya Roselia, rasa penasaran dan curiga selalu menghinggapi pikirannya.

“Sesungguhnya aku adalah bagian dari tubuhmu sendiri Roselie, kau hanya perlu menjentikkan jari ketika kau sudah diambang kematian.”

“Aku tidak mungkin mati!”

“Kau lelah bukan dengan semua ini?”

“Yah …, aku sangat lelah.”

“Lalu kau dapat mengakhiri semua ini dengan mudah Roselia.”

“Bagaimana caranya?”

“Lihatlah ke arah sana, di sana ada banyak sekali memorial kehidupan indahmu.” Isni menunjuk ke luar jendela yang terbuka, ada banyak lukisan dan bayangan yang menari-nari, menunjukkan pesona untuk dijadikan tempat peraduan.

“Keren banget oii!” Seketika sifat Roselia berubah drastis.

“Tentu saja Roselia sayang, kamu dapat mendekatinya dengan mudah, sentuhlah lubang itu.” Isni menyeringai, menatap Roselia yang hendak menggapai lubang itu, lubang penantian sebagai akhir hidup Roselia.

“Gue ragu!” bentak Roselia.

Isni terlonjak kaget menerima tanggapan Roselia kali ini, tidak seperti biasanya.

Biasanya Roselia akan selalu menurut, namun kali ini berbeda. Isni merasakan sesuatu yang lain.

“Hey!!! Isni, kau hanya sampah yang membelenggu batin orang lain,” ucap sebuah sabit penuh dengan cahaya.

“Kau!!! Ramza!!!” pekik Isni.

Ramza adalah dewa kematian, pencabut nyawa Isni ketika masa Ramza berjaya.

“Hahaha!!! matilah kembali dirimu bersama hal yang mustahil di dunia ini,” Tawa Ramza pecah, Ramza membidik tubuh mungil Isni, mencabiknya ganas.

“Ahkkkk …, dasar kau perusak rencana.” Terakhir kali Isni terlihat, Isni tersenyum pahit menatap Ramza dan Roselia.

Hening ….

Pun tubuh Roselia mengambang, terlempar ke dimensi rana. Enyah tak bersisa bersama Ramza yang membawanya pergi.

Rumahnya kini kosong, tergeletak secarik kertas lusuh bertuliskan ‘Elleanor, nama sebuah rumah belanda. Kau hanyalah tempat busuk pencari mangsa, menelan korban dan membentuk imajiner dan kepribadian lain.’

LOMBA CIPTA PUISI HARDIKNAS 2015 (DL: 1 April 2015)

19 HARI LAGI DEADLINE]

Dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional
Kerjasama Sindi Violinda Management dengan divisinya (Vio Publisher)
Turut Mengundang Penyair Tamu:
– Fileski
– Raudah Jambak
[Deadline: 1 April 2015]

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani (“di belakang memberi dorongan”), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pendidikan_Nasional).

Tema : Menguak Makna Hari Pendidikan Nasional

Ketentuan Umum:

1. Lomba ini terbuka untuk warga negara Indonesia, baik yang berada di dalam maupun yang di luar negeri.

2. Peserta wajib menyebarkan info lomba ini sebagai salah satu syarat pendaftaran dengan meng-copy pastekan ke catatan FB (blog) dan tag minimal 25 orang teman (termasuk FB: Vio Publisher)

3. Setiap peserta diperbolehkan mengirim lebih dari 1 naskah Puisi.

4. Naskah merupakan karya asli penulis. Bukan jiplakan atau saduran (bukan hasil plagiat). Tidak menimbulkan konflik SARA dan pornografi.

5. Like fanspage Sindi Violinda : https://id-id.facebook.com/sindiviolinda (karena update peserta dan pengumuman puisi yang lolos akan di-posting di fanspage tersebut).

Ketentuan Naskah Puisi:

1. Puisi diketik di halaman Microsoft Word 2007 (format DOC.), kertas A4, font Times New Roman, size 12, spasi 1,5, dengan margin (garis tepi) semua sisi 3 cm.

2. Naskah puisi maksimal 17 baris (Belum termasuk judul, nama penulis, dan titi mangsa di akhir puisi)

3. Peserta melengkapi biodata berupa Nama Lengkap, Alamat Lengkap, Email, Nama FB, dan No. HP yang aktif di akhir naskah puisi (di bawah titi mangsa)

4. File puisi dikirim berupa LAMPIRAN FILE bukan di badan email (kami menolak puisi yang ditulis di badan email). Dengan subjek : PUISI HARDIKNAS-Judul-Nama Penulis-No. Hanphone. Contoh : PUISI HARDIKNAS-Pahlawan Pendidikan-Sindi Violinda-085761976768. Kirim ke email: viopublisher@gmail.com

Ketentuan Pembayaran :

1. Peserta membayar uang pendaftaran Rp. 10.000,- (per satu judul puisi).
– Ditransfer ke rekening:
Bank Sumut Capem Marendal:
Kode Bank: 117
No. Rek: 125-02-04-009822-5 a/n Sindi Violinda
Konfirmasi pengiriman: 085761976768 (Sindi).
– Foto kertas/struk bukti transfer kemudian dikirim ke email lomba bersama file naskah puisi ke email: viopublisher@gmail.com
– Peserta yang belum mempunyai rekening bank sendiri, bisa langsung transfer melalui kantor cabang terdekat.

2. Pengiriman naskah dan transfer registrasi paling lambat: 1 April 2015, Pukul 23.59 WIB. Apabila lewat dari ketentuan tersebut, didiskualifikasi!

Reward:

* Semua peserta mendapatkan e-piagam penghargaan yang akan dikirim melalui email masing-masing peserta.
* 100 puisi terpilih akan dibukukan.
* Seluruh Kontibutor mendapat voucher Penerbitan Paket Super Lengkap Rp. 25.000,- di Vio Publisher (tidak dapat diakumulasikan dengan yang lain) dan mendapat diskon 10 % apabila membeli bukunya.

3 Puisi terbaik akan mendapatkan :
– Terbaik 1 : Trophy + 1 Buku Bukti Terbit + Piagam Penghargaan + Voucher Penerbitan Paket Super Lengkap Rp. 150.000,- di Vio Publisher (Tidak dapat diakumulasikan dengan yang lain. Berlaku selama 2 bulan)
– Terbaik 2 : Trophy + 1 Buku Bukti Terbit + Piagam Penghargaan + Voucher Penerbitan Paket Super Lengkap Rp. 100.000,- di Vio Publisher (Tidak dapat diakumulasikan dengan yang lain. Berlaku selama 2 bulan)
– Terbaik 3 : Trophy + 1 Buku Bukti Terbit + Piagam Penghargaan + Voucher Penerbitan Paket Super Lengkap Rp. 50.000,- di Vio Publisher (Tidak dapat diakumulasikan dengan yang lain. Berlaku selama 2 bulan)

Catatan: Segala pertanyaan bisa ditanyakan ke salah satu kontak di bawah ini :
– Via sms : 085761976768 (sms only)
– Pin BB : 7E8A95A4
– FB : Sindi Violinda / Vio Publisher

Salam,
Vio Publisher

Rampung Ketapang

Kuning elok bak bebunga
Merusuk hampa dalam gulita
Kala belalak para arjuna
Origami perekat tela

Roda pedati katulistiwa
Hampar laknat jumawa
Rambu ingat rimba
Rutuk pelampias purna

Mega tertawa
Balik kembali kisah lama
Melambung hingga angkasa
Bukti cerita dunia

Serah marun terasah
Sembilah mata pun terpanah
Serimbun celaka menanah
Segumpal bilangan pepatah

Hanya ada dalam otak jiwa
Menelisik tinta pegari ketapang
Rampung pada atma
Mengikuti jejak sang rana

Kota Batu, 16 Februari 2015

Sonar Gama

Author : Nagasena, Michio

Rimbun daun membelai
Romusa hampa pati
Rengkuh asma dewi
Rinai pun menari

Larik diksi meramuh
Laut pun bertaruh
Lampau arya patih
Lipir meroda kasih

Jumawa berbahak tawa
Senda gurau bertahtah
Jilatan parau karsa
Sebar buih bak arta

Sonar gama
Selintas perkara
Hampar lama
Hingga tua

Kota Batu, 17 Februari 2015